Persiapan penanaman
Persiapan Penanaman Sawit
Sebelum bibit sawit dipindahkan dari main-nursery ke lahan permanen, petani perlu melakukan persiapan yang matang. Tahap persiapan ini tidak kalah penting dari penanaman itu sendiri, karena jika dilakukan dengan benar, bibit akan lebih cepat beradaptasi, tumbuh seragam, dan risiko kematian tanaman bisa ditekan.
Berikut langkah-langkah persiapan penanaman yang harus diperhatikan:
1. Survei dan Tata Letak Lahan
-
Tentukan batas blok kebun: lahan dibagi jadi blok-blok ±25–30 ha, lengkap dengan jalan panen & drainase.
-
Buat jalan akses: jalur panen ditentukan sejak awal untuk memudahkan mobilisasi.
-
Saluran drainase: dibuat mengikuti kontur lahan agar tidak terjadi genangan.
-
Pemasangan ajir (patok): ajir dari bambu/kayu/pipa dipasang di titik tanam (umumnya 9 × 9 m pola segitiga).
👉 Survei & tata letak yang baik = perawatan, pemupukan, & panen lebih mudah.
2. Pengajiran (Penentuan Titik Tanam)
-
Pola segitiga sama sisi agar jarak seragam, sinar merata, produktivitas optimal.
-
Ketinggian ajir: 50–75 cm, agar tidak mudah hilang atau tertutup gulma.
-
Pemeriksaan ulang: pastikan garis tanam tidak melenceng.
👉 Tujuan: tanaman sawit tumbuh rapi, seragam, & mudah dikelola.
3. Penyiapan Bibit
-
Gunakan hanya bibit sehat umur 12–14 bulan dari main-nursery.
-
Ciri bibit baik: batang tegak, daun hijau segar, akar banyak & sehat, bebas penyakit.
-
Siram polybag sebelum ditanam agar lembab → mengurangi stres bibit.
-
Hindari bibit cacat, kerdil, atau daunnya rusak.
👉 Ingat: bibit akan tumbuh ±25 tahun. Hanya tanam bibit terbaik.
4. Pembuatan Piringan
-
Bersihkan area ±1 m di sekitar ajir.
-
Piringan = lingkaran tanah bersih, bebas gulma.
-
Fungsi piringan:
- Mengurangi kompetisi gulma.
- Mempermudah pemupukan, penyiraman, & pengendalian hama.
- Area bersih untuk memantau pertumbuhan bibit.
👉 Piringan harus dijaga bersih terutama di awal pertumbuhan.
5. Perlengkapan Pendukung
Pastikan alat & bahan sudah siap sebelum penanaman:
-
Alat kerja: cangkul, parang, pisau potong polybag.
-
Pupuk dasar: rock phosphate 200–300 gr/lubang.
-
Air penyiraman: disediakan di dekat lokasi tanam, terutama di luar musim hujan.
-
Ajir cadangan: mengganti patok yang rusak/hilang.
👉 Perlengkapan lengkap = tanam lebih cepat, efisien, & hasil optimal.
Ringkasan
✅ Survei lahan: blok, jalan, drainase, & ajir ditentukan.
✅ Pengajiran: titik tanam rapi pola segitiga.
✅ Bibit: sehat umur 12–14 bulan, bebas cacat.
✅ Piringan: area ±1 m bersih dari gulma.
✅ Perlengkapan: alat, pupuk dasar, & air harus siap.