Cover
2025-09-23 11:32:22 admin Pemeliharaan, 3 view

Pemupukan

Pemupukan Kelapa Sawit

Pemupukan adalah salah satu tahap perawatan yang paling penting dalam budidaya kelapa sawit. Pupuk menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh sehat, berproduksi optimal, dan menghasilkan Tandan Buah Segar (TBS) yang berkualitas. Pemupukan yang tepat waktu, jenisnya, dan dosis yang sesuai dengan kebutuhan tanaman dapat meningkatkan hasil panen serta memperbaiki kondisi tanah di kebun.

🎯 Tujuan Pemupukan

  • Menjaga Kesehatan Tanaman: Pemupukan yang tepat memastikan tanaman sawit mendapat semua unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan akar, batang, daun, dan buah.
  • Memperbaiki Struktur Tanah: Pupuk dapat meningkatkan kandungan bahan organik dan memperbaiki struktur tanah.
  • Meningkatkan Produktivitas: Pupuk yang tepat akan merangsang pertumbuhan buah sawit dan meningkatkan kadar minyak dalam TBS.

🌱 Jenis Pupuk

1. Pupuk NPK (Nitrogen, Phosphorus, Potassium)

  • Nitrogen (N): Mendukung pertumbuhan daun dan batang serta meningkatkan fotosintesis.
  • Phosphorus (P): Meningkatkan perkembangan akar, serta membantu pembungaan dan pembuahan.
  • Potassium (K): Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit dan kekeringan serta mempercepat pematangan buah.

2. Pupuk Mikro

  • Kalsium (Ca): Membantu pembentukan dinding sel dan meningkatkan ketahanan terhadap penyakit.
  • Magnesium (Mg): Penting untuk fotosintesis dan pembentukan klorofil pada daun.
  • Sulfur (S): Meningkatkan kualitas minyak yang dihasilkan oleh kelapa sawit.
  • Unsur Mikro Lainnya: Seperti boron, tembaga, besi, seng, dan molibdenum, yang berperan dalam metabolisme tanaman.

📅 Frekuensi dan Dosis Pemupukan

Pemupukan harus disesuaikan dengan umur tanaman dan kondisi tanah. Berikut adalah panduan umum:

1. Pada Tahun Pertama

  • Frekuensi: Pemupukan dilakukan setiap 3 bulan sekali.
  • Dosis: 1–2 kg per tanaman.
  • Jenis Pupuk: Pupuk NPK dengan komposisi tinggi nitrogen dan sedikit fosfor serta kalium.

2. Pada Tahun Kedua hingga Kelima

  • Frekuensi: Pemupukan dilakukan setiap 3 bulan sekali.
  • Dosis: 3–4 kg per tanaman.
  • Jenis Pupuk: Pupuk NPK dengan komposisi lebih seimbang antara N, P, dan K. Tambahkan pupuk mikro secara berkala.

3. Setelah Tahun Kelima (Produksi)

  • Frekuensi: Pemupukan dilakukan setiap 2–3 bulan sekali.
  • Dosis: 5–7 kg per tanaman per pemberian.
  • Jenis Pupuk: Pupuk NPK dengan komposisi lebih tinggi kalium karena tanaman memasuki fase produksi buah.

🌾 Cara Aplikasi Pupuk

Pupuk dapat diberikan dengan dua cara, tergantung pada jenis pupuk dan preferensi petani:

1. Ditaburkan di Sekitar Batang

  • Taburkan pupuk secara merata di sekitar batang tanaman dengan jarak 30–50 cm dari batang utama.
  • Setelah pupuk ditaburkan, sirami tanaman dengan air agar pupuk larut dan diserap akar.

2. Dilarutkan dalam Air (Fertigation)

  • Pupuk yang dilarutkan dalam air dapat disiramkan langsung ke akar tanaman.
  • Metode ini lebih efisien untuk pupuk mikro dan beberapa pupuk cair, serta menghindari pembakaran akar akibat kontak langsung dengan pupuk padat.

📌 Ringkasan Pemupukan

✅ Pupuk NPK mendukung pertumbuhan akar, daun, dan buah.
✅ Pupuk Mikro penting untuk menambah unsur hara kecil yang sangat dibutuhkan tanaman.
✅ Frekuensi dan dosis disesuaikan dengan umur tanaman dan kondisi tanah.
✅ Pupuk dapat ditaburkan di sekitar batang atau dilarutkan dalam air untuk disiramkan.